Recent Posts

Welcome Guys

Pages

Powered by Blogger.

bungo


Saturday, September 14, 2013

CONTOH DRAFF PROPOSAL SEKRIPSI





PENGARUH PEMBERIAN URINE SAPI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN  JAGUNG MANIS
 (Zea mays saccharata Sturt) 



RIRIN WIDYAWATI
NPM: 081016154211036


Dibawah Bimbingan:
1.      Dr. Ir. Supriyono, MP
2.      Setiono, SP


I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki prospek penting di Indonesia. Hal ini disebabkan jagung manis memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa, sehingga jagung manis banyak dikonsumsi oleh masyarakat (Palungkun dan Budiarti, 1991).
Hasil jagung manis di Kabupaten Bungo tahun 2009 dengan luas panen jagung 18.345 hektar hasil produksinya 30.320 ton, dengan rata – rata produksinya per hektarnya 1,6 ton/ha. Sementara untuk produksi jagung manis di Indonesia rata-rata 2.89 ton tongkol basah per hektarnya, sedangkan hasil jagung manis dilembah Lockyer Australia dapat mencapai 7 – 10 ton tongkol basah per hektar (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).
Ditinjau dari produktivitasnya, produksi jagung manis di Kabupaten Bungo masih rendah. Rendahnya produksi tersebut kemungkinan disebabkan oleh harga benih dan pupuk subsidi kimia yang relatif mahal, kebutuhan pengairan dan pemeliharaan yang kurang intensif, ketahanan terhadap hama dan penyakit yang masih rendah dan kebutuhan pupuk yang cukup tinggi. Disamping itu juga karena    kurangnya informasi dan pengetahuan petani mengenai budidaya jagung manis serta sulitnya pemasaran.
Salah satu cara untuk meningkatkan produksi jagung diantaranya dengan menggunakan pupuk organik urine sapi fermentasi, yang mana didalam urine sapi terdapat kandungan unsur hara yang tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain itu urine sapi juga mempunyai sifat menolak hama dan penyakit tanaman, hal ini disebabkan karena baunya yang khas sehingga dapat digunakan untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Urine sapi mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai perangsang tumbuh diantaranya adalah IAA. Lebih lanjut dijelaskan bahwa urine sapi juga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Karena baunya yang khas urine sapi ternak juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman sehingga urine sapi juga dapat berfungsi sebagai pengendalian hama tanaman dari serangan.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Urine Sapi Fermentasi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Jagung (Zea mays saccharata Sturt)”.

1.2. Perumusan Masalah
Penelitian ini bermaksud memperoleh jawaban permasalahan:
1.      Apakah dengan pemberian urine sapi fermentasi dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil  jagung manis?
2.      Apakah dengan pemberian dosis urine sapi fermentasi 100 ml/liter air merupakan dosis terbaik?

1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urine sapi fermentasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.

1.4. Manfaat penelitian
1.      Memberikan sumbangsih pemikiran bagi pihak – pihak yang membutuhkan serta instansi terkait dalam meningkatkan produksi jagung manis.
2.      Memberikan informasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berusaha tani bercocok tanam jagung manis dengan memanfaatkan limbah urine sapi sebagai nutrisi tanaman.

1.5. Hipotesis
1.      Diduga dengan pemberian urine sapi fermentasi akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
2.      Diduga dengan pemberian dosis urine sapi fermentasi 100 ml/liter air merupakan dosis terbaik.
      
 III. METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo Sungai Binjai KM. 6 Kabupaten Bungo, dengan ketinggian tempat ± 80 m dpl, dengan curah hujan 248,75 mm/bulan, dengan pH tanah 4,7. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli - September 2012.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan – bahan yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis varietas  Super Sweet, urine sapi fermentasi, pupuk kandang, pupuk Urea, SP-36 ,dan KCL, dolomite, insektisida Mathador, fungisida Dithane M-45, larutan Ridomil, furadan 3G,  dan air.
Alat – alat yang akan dipergunakan antara lain cangkul, parang, meteran, jangka sorong, gembor, handsprayer, timbangan analitik, tali rafia, plank perlakuan, kalkulator, alat tulis, dan lain – lain.
3.3. Rancangan Percobaan
            Rancangan yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu:
U0     = Tanpa urine sapi
U1     = 25 ml urine/liter air/petak
U2     = 50 ml urine/liter air/petak
U3     = 75 ml urine/liter air/petak
U4     = 100 ml urine/liter air/petak
Dengan demikian terdapat 5 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kelompok sebagai ulangan, sehingga diperoleh 20 petak percobaan. Jarak antar petak percobaan 140 cm x 210 cm dan jarak antar tanaman  60 cm x 20 cm dengan jumlah tanaman tiap petak percobaan adalah 16 tanaman maka jumlah tanaman seluruh petak percobaan adalah 320 tanaman. Untuk setiap petak percobaan diambil 4 tanaman sampel.

3.4. Pelaksanaan Penelitian
3.4.1. Persiapan Lahan
Areal pertanaman yang akan digunakan diukur dan dibersihkan dari gulma dan sisa – sisa tanaman. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan cangkul dengan kedalaman 20 cm.
3.4.2. Pemupukan Dasar
            Sebelum dilakukan penanaman tanah yang sudah diolah diberi pupuk dasar untuk menambah unsur hara dalam tanah agar dapat diserap oleh tanaman. Pupuk dasar yang diberikan berupa pupuk kandang kotoran sapi, dan jenis pupuk buatan seperti Urea, SP-36, dan KCL.
3.4.3. Penanaman
            Penanaman jagung manis dilakukan sistem tugal dengan kedalaman 3 cm.  sebelum benih ditanam, lubang tanam diberi furadan 3G. Benih ditanam sebanyak 2 (dua) biji pada tiap lubang tanam, untuk mengatasi pertumbuhan yang abnormal maka dalam satu lubang tanam diberi 2 (dua) benih jagung.  
3.4.4. Aplikasi Urine Sapi
            Pupuk urine sapi diaplikasikan pada tanaman jagung sesuai dengan perlakuan. Pengaplikasian setelah tanaman berumur 1 minggu setelah tanam, dilakukan 1 minggu sekali aplikasi sebelum seminggu waktu tanaman berbunga. Dosis pemupukan urine sapi disesuaikan dengan perlakuan.
3.5. Pemeliharaan
            Pemeliharaan meliputi penyisipan, penjarangan, penyiangan dan pembumbunan, pengairan , pengendalian hama dan penyakit.
3.6.  Pemanenan
Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 70 hari setelah tanam, dimana jagung masih muda (pada pematangan fase milk).
3.7. Variabel yang Diamati
3.7.1. Tinggi Tanaman (cm)
3.7.2. Jumlah Daun (Helai)
3.7.3. Umur Berbunga (HST)
3.7.4. Diameter Batang (cm)
3.7.5. Panjang Tongkol (cm)
3.7.6. Berat Segar Tongkol (gram)

3.8. Analisis Data
            Untuk melihat pengaruh dari masing – masing perlakuan terhadap variabel yang diamati, maka data hasil pengamatan akhir, dilakukan Analisis Ragam (Anova). Bila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji DNRMT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf 5 % (Steel and Torrie, 1994)

0 comments

Post a Comment